Hobi
adalah sebuah kebutuhan untuk memuaskan hasrat duniawi. Entah hobi itu berupa
benda ataupun sebuah kegiatan, yang
jelas hobi kadang menjadi pelengkap untuk mendampingi kehidupan. Salahsatunya
adalah hobi mengoleksi Action Figure
Anime
Namanya
adalah Yanto, Mahasiswa asal Depok ini gemar mengoleksi Action Figure karena senang melihat patung-patung berbentuk animasi
terpajang di kamarnya. Mulai dari karakter animasi penyihir, anak sekolahan, sampai hewan buas pun
terpajang rapi di kamar Yanto.
Yanto
yang bernama lengkap Satriyanto Adhi Wicaksono ini gemar mengoleksi Action Figure dari sejak masuk Sekolah
Menengah Atas.”Saya awal mula ngoleksi Action
Figure itu pas masuk SMA, itu juga dengan ngumpulin uang jajan mingguan.
Kadang sampe puasa senin kamis.” Ujar Yanto.
Setiap
ada orang datang ke kamarnya dan ingin memainkan Action Figure miliknya, Yanto selalu tidak mengizinkannya.
Dikarenkan dulu mainannya pernah sampai jatuh dan patah dibagian tangannya.”Ini
kan bukan masalh pelit atau sombong, tapi ini kan namanya jga benda kesayangan,
dan hobi saya pula. Makanya daripada terulang lagi, lebih baik tidak ada yg
mainin.” Papar Yanto.
Koleksi
Action Figure Yanto sangat banyak dan
tak terhitung dalam jari-jari normal manusia. Akan tetapi separuhnya sudah ia
jual dan lelang, yang pasti uang itu bukan untuk menabung haji ataupun sedekah,
melainkan membeli Action Figure yang
baru lagi. Action Figure pertama
milik Yanto adalah karakter penyihir dari seri animasi Madoka Magic Girl.
Yanto
membeli Action Figure itu sudah
sangat lama, saat masi duduk di bangku SMA. Action
Figure Madoka Magic Girl milik yanto jika dijual harganya bisa sampai
jutaan Rupiah, “Kemaren-kemaren Figure
Madoka saya pernah ada yang nawar sampe 1,5 tapi saya gak mau lepas kalo yang
ini, soalnya kan ini Action Figure
pertama saya. Banyak kenangan di dalam mainan ini.” Ujar satrio sembari memegang
Action Figure-nya.
Yanto
lebih tertarik mengoleksi Action Figure
gadis-gadis animasi dibanding karakter lainnya. Terbukti saat ia menunjukan
semua koleksi Action Figure-nya, dari
keseluruhan koleksi, setengahnya adalah tokoh gadis-gadis dari serial animasi.
Seperti Maki nishikino dari Love Live School Idol Project, Airi dari Oni Chi
Chi, Yatsuba dari Yatsuba dan masih banyak lagi.
Koleksi
Action Figure Yanto sekarang sangat
banyak dan tersusun rapi di etalase kamarnya, tetapi ini masi belum seberapa
bila dibandingkan kolektor Action Figure
lainnya. “Waduh mas, segini mah saya belum seberapa, masih banyak maniak yang
lain, sampe sampe beli Hatsune miku yang harganya 50 juta mas.”
Kendala
Terkendala
dana, adalah hal yang biasa untuk kolektor dan penikmat hobi Action Figure. Yanto memiliki uang yang
pas-pasan untuk kehidupannya menjadi mahasiswa, tetapi ia masih bisa
menyempatkan diri untuk menabung demi menambah koleksi Action Figure miliknya.
Terkadang
Yanto hanya makan seadanya untuk membeli Action
Figure yang ia idam-idamkan. “yaah, namanya jga saya anak kosan ya mas
seadanya ajalah paling kalo makan mah. Yang penting kalo makan, kenyang dan
murah. masalah rasa mah beakangan” ujarnya Sambil menghela nafas.Walaupun hanya
makan-makanan seadanya, Yanto tak pernah mengeluh sakit. Mungkin itu adalah
kekuatan dan anugrah dari mengoleksi Action
Figure.
Bukan
hanya terkendala dana, larangan dari orangtua pun yang melarang Yanto untuk mengoleksi
Action Figure membuatnya terbatasi
dalam mengoleksi berhala-berhala itu. Bahkan pada suatu ketika, salah satu
koleksi Yanto sempat disita oleh orang tuanya.
“Dari
dulu orang tua saya tidak tahu kalau saya suka mengoleksi Action Figure, orang tua saya mengira saya hanya membeli satu
mainan saja. Nah, pas akhir kelas Liburan Smester 3 saya membeli Action Figure via Online, dan Figure ini kostumnya agak sedikit
terbuka. Kebetulan yang menerima paket waktu itu ibu saya, namanya jga seorang
ibu, pasti dia penasaran, “barang apa yang anaknya beli?.” Sepulangnya saya
dari Warnet, ibu saya memarahi saya
gara-gara membeli Action Figure itu,
dan menyitanya.” Papar Yanto
Bahkan
setelah kejadin itu, uang bulanan yanto sempat dikurangi oleh ibunya, agar
Yanto tidak membeli Action Figure
lagi. Tetapi, Yanto tetap bisa membeli Action
Figure dengan menyicil ke salah satu toko Action Figure langganannya. Seiring berjalannya waktu, orang tua
Yanto pun memaklumi kebiasaan anaknya yang mengoleksi berhala-berhala animasi
itu.
Yanto
sebagai seorang kolektor dan penikmat hobi Action
Figure, ingin sekali membuat toko untuk memenuhi hobi maasyarakat penikmat Action Figure. Yanto berkata” saya
sangat ingin membuka toko Action Figure,
karena di Indonesia sendiri masih sedikit toko Action Figure. Jika ada, itupun di mall dan harganya sangat mahal
sekali. Maka dari itu saya ingin sekali membuka toko Action
Figure”.